Strategi Pembelajaran
Nama :
Nildaul Riskiana
NIM :
11901109
Kelas :
PAI 4G
Mata Kuliah :
Magang 1
STRATEGI PEMBELAJARAN
A. Hakikat
Strategi Pembelajaran
Dalam dunia
pendidikan, strategi pembelajaran adalah perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan.Upaya
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan
yang telah disusun tercapai optimal disebut strategi. Lebih lanjut dalam
Kurikulum Sekolah Menengah Umum, Departemen Pendidikan Nasioanal (Depdiknas)
memberikan batasan prinsip pembelajaran diantaranya meliputi: bagaimana
pengolahan strategi pembelajaran, metode pembelajaran, struktur pembelajaran,
pengelolaan kelas dan laboratorium, penggunaan teknik bertanya dan penilaian
hasil belajar.
Dapat
disimpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah rencana dan cara-cara membawakan
pengajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan
pengajaran dapat dicapai secara efektif. Strategi pembelajaran yang dipilih
oleh guru akan berpengaruh besar terhadap tingkat ketercapaian tujuan
pembelajaranyaitu kemampuan berpikir kreatif matematis. Pemilihan
strategipembelajaran yang tepat akan memotivasi siswa untuk gairah dalam
belajar.
B. Pengertian
Strategi Pembelajaran
Kata strategi
berasal dari bahasa Latin, yaitu ‘strategia’ yang berarti seni penggunaan
rencana untuk mencapai tujuan. Secara umum strategi adalah alat, rencana, atau
metode yang digunakan untuk menyelesaikan suatu tugas. Dalam konteks
pembelajaran, strategi berkaitan dengan pendekatan dalam penyampaian materi
pada lingkungan pembelajaran
Strategi adalah suatu seni merancang operasi di dalam peperangan
seperti cara-cara mengatur posisi atau siasat dalam berperang, seperti dalam
angkatan darat atau angkatan laut. Secara umum, strategi merupakan suatu teknik
yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia edisi kedua (1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua
sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam
perang dan damai. Menurut O’Malley dan Chamot (1990), strategi adalah
seperangkat alat yang melibatkan individu secara langsung untuk mengembangkan
bahasa kedua atau bahasa asing. Strategi sering dihubungkan dengan prestasi
bahasa dan kecakapan dalam menggunakan bahasa.
Strategi
belajar dapat digambarkan sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford mendefinisikan
strategi belajar sebagai tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar agar
pembelajaran bahasa berhasil, terarah, dan menyenangkan. Strategi belajar
mengacu pada perilaku dan proses berfikir yang digunakan serta mempengaruhi apa
yang dipelajari.
Strategi
identik dengan teknik, siasat atau kiat, namun apabila digabungkan dengan kata
pembelajaran (strategi pembelajaran) dapat dipahami sebagai suatu cara atau
seperangkat cara atau teknik yang dilakukan oleh seorang guru atau peserta
didik dalam mengupayakan terjadinya suatu perubahan tingkah laku atau sikap.
Oleh karena itu, strategi pembelajaran merupakan suatu kegiatan pembelajaran
yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat
dicapai secara efektif dan efisien.
Berikut ini
adalah aplikasi strategi pembelajaran yang mencakup empat aspek, yaitu sebagai
berikut:
1.
Urutan kegiatan pembelajaran, yang berisikan urutan kegiatan guru
dalam menyampaikan materi atau isi pelajaran kepada peserta didik.
2.
Metode pembelajaran, yaitu cara guru mengorganisasikan materi
pelajaran dan peserta didik agar terjadi proses belajar secara efektif dan
efisien.
3.
Media pembelajaran, yaitu peralatan dan bahan pembelajaran yang
digunakan guru dan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.
4.
Waktu yang digunakan guru dan peserta didik untuk menyelesaikan
setiap langkah dalam kegiatan pembelajaran.
C. Komponen
Strategi Pembelajaran
1.
Kegiatan pembelajaran pendahuluan
Kegiatan pembelajaran pendahuluan dapat dilakukan melalui
teknikteknik berikut ini.
a)
Menjelaskan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dapat dicapai
oleh semua peserta didik diakhir kegiatan pembelajaran.
b)
Lakukan appersepsi, berupa kegiatan yang menghubungkan antara
pengetahuan lama dan pengetahuan baru yang akan dipelajar.
2.
Penyampaian informasi
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi,
yaitu urutan, ruang lingkup, dan jenis materi.
a)
Urutan penyampaian.
b)
Ruang lingkup materi yang disampaikan.
c)
Materi yang akan disampaikan.
3.
Partisipasi peserta didik
a) Latihan dan
praktik seharusnya dilakukan setelah peserta didik diberi informasi tentang
suatu pengetahuan, keterampilan dan sikap.
b) Umpan balik
4.
Tes
Ada dua jenis tes atau penilaian yang biasa dilakukan oleh
kebanyakan pendidik, yaitu pretest dan posttes
5.
Kegiatan tindak lanjut
Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan
hasil belajar peserta didik antara lain adalah sebagai berikut:
a)
Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah.
b)
Menjelaskan kembali bahan pelajaran yang dianggap sulit oleh
peserta didik.
c)
Membaca materi pelajaran tertentu.
d)
Memberikan motivasi dan bimbingan belajar.
Sedangkan
pendapat Gagne and Briggs, sebagaimana dikutip oleh Suparman, bahwa komponen
strategi pembelajaran yang disebut sebagai sembilan urutan kegiatan pembelajaran,
yaitu:
1.
Memberikan motivasi atau menarik perhatian.
2.
Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik.
3.
Mengingatkan kompetensi prasyarat.
4.
Memberi stimulus (masalah, topik, konsep).
5.
Memberi petunjuk belajar (cara mempelajari).
6.
Menimbulkan penampilan peserta didik.
7.
Memberi umpan balik.
8.
Menilai penampilan.
9.
Menyimpulkan.
D.
Kriteria Pemilihan Strategi Pembelajaran
Pemilihan
strategi pembelajaran pada dasarnya membandingkan antara satu jenis strategi
pembelajaran dengan jenis strategi pembelajaran yang lain berdasarkan kriteria
tertentu. Pemilihan strategi pembelajaran dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan
atau kriteria:
1.
Tujuan belajar, yaitu jenis dan jenjangnya.
2.
Materi atau isi pelajaran, yaitu sifat, kedalaman dan banyaknya.
3.
Peserta didik, yaitu latar belakang, motivasi, gaya belajar serta
kondisi fisik dan mentalnya
4.
Tenaga kependidikan yaitu jumlah, kualifikasi, dan kompetensinya.
5.
Waktu, yaitu lama dan jadwalnya.
6.
Sarana yang dapat dimanfaatkan.
7.
Biaya.
Pelilihan
strategi pembelajaran yang efektif merupakan keterampilan yang harus dimiliki
oleh seorang guru. Oleh karena itu, pelilihan strategi pembelajaran harus memperhatikan
kriteria, yaitu:
1.
Kesesuaian strategi pembelajaran dengan tujuan atau kompetensi,
maksudnya setiap tujuan apakah masuk dalam kawasan koknitif, afektif,
psikomotor pada hakekatnya dapat menggunakan strategi pembelajaran tertentu
untuk mencapainya.
2.
Kesesuaian strategi pembelajaran dengan jenis pengetahuan,
maksudnya secara konseptual materi pelajaran dibagi dalam beberapa jenis
pengetahuan, misalnya verbal, visual, konsep, prinsip, proses, prosedural dan
sikap.
3.
Kesesuaian strategi pembelajaran dengan sasaran, misalnya siapakah
peserta didik yang akan menggunakan strategi pembelajaran, bagaimana
karakteristiknya, berapa jumlahnya, bagaimana latar belakang pendidikan, sosial
ekonominya, bagaimana motivasi, minat dan gaya belajarnya.
4.
Biaya, penggunaan strategi pembelajaran dimaksudkan untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran.
5.
Kemampuan strategi pembelajaran, untuk belajar individual (belajar
mandiri), kelompok kecil (kooperatif, kolaboratif, dll), kelompok besar atau
klasikal (konvensional).
6.
Karakteristik strategi pembelajaran yang bersangkutan, apa
kelebihan dan kekurangannya, bagaimana karakteristiknya, bagaimana kemampuan
strategi pembelajaran dalam menyajikan informasi, dan sebagainya.
7.
Waktu, berapa lama waktu yang diperlukan untuk melaksanaan strategi
pembelajaran yang dipilih, berapa lama waktu yang tersedia untuk menyajikan
materi tersebut, dan sebagainya.
E.
Unsur-Unsur Strategi Pembelajaran
1.
Menetapkan spesifikasi dari kualifikasi perubahan perilaku, tujuan
selalu dijadikan acuan dasar dalam merancang dan melaksanakan setiap kegiatan
pembelajaran. Oleh sebab itu tujuan pembelajaran harus dirumuskan secara
spesifik dalam arti mengarah kepada perubahan perilaku tertentu dan operasional
dalam arti dapat diukur.
2.
Memilih pendekatan pembelajar, suatu cara pandang dalam
menyampaikan yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran harus dipertimbang dan
dipilih jalan pendekatan utama yang dipandang paling ampuh, paling tepat, dan
paling efektif guna mencapai tujuan.
3.
Memilih dan menetapkan metode, teknik, dan prosedur pembelajaran.
a)
Metode merupakan cara yang dipilih untuk menyampaikan bahan sesuai
dengan tujuan pembelajaran.
b)
Teknik merupakan cara untuk melaksanakan metode dengan sarana
penunjang pembelajaran yang telah ditetapkan dengan memperhatikan kecepatan dan
ketepatan belajar untuk mencapai tujuan.
c)
Merancang Penilaian.
d)
Merancang Remedial.
e)
Merancang Pengayaan.
F.
Macam-Macam Strategi Pembelajaran
1.
Strategi Indukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang memulai
dari hal-hal yang khusus barulah menuju hal yang umum.
2.
Strategi Dedukatif adalah suatu strategi pembelajaran yang umum
menuju hal-hal yang khusus.
3.
Strategi campuran adalah gabungan dari strategi indukatif dan
dedukatif.
Adapula
strategi regresif yaitu strategi pembelajaran yang memakai titik tolak jaman
sekarang untuk kemudian menelusuri balik (kebelakang) ke masa lampau yang
merupakan latar belakang dari perkembangan kontemporer tersebut.
G.
Prinsip-Prinsip Penggunaan Strategi Pembelajaran
1.
Berorientasi pada tujuan
Dalam sistem pembelajaran, tujuan merupakan komponen yang utama.
Segala aktivitas pendidik dan peserta didik, mestilah diupayakan untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan, karena keberhasilan suatu strategi pembelajaran
dapat dilihat dari keberhasilan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran
2.
Aktivitas
Belajar bukan hanya menghafal sejumlah fakta atau informasi, tapi
juga berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang
diharapkan. Karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas
peserta didik, baik aktivitas fisik, maupun aktivitas yang bersifat psikis
seperti aktivitas mental.
3.
Individualitas
Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu peserta didik.
Walaupun pendidik mengajar pada sekelompok peserta didik, namun pada hakikatnya
yang ingin dicapai adalah perubahan perilaku setiap peserta didik. Pendidik
yang berhasil adalah apabila ia menangani 40 orang peserta didik seluruhnya
berhasil mencapai tujuan; dan sebaliknya dikatakan pendidik yang tidak berhasil
manakala dia menangani 40 orang peserta didik 35 tidak berhasil mencapai tujuan
pembelajaran.
4.
Integritas
Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh
pribadi peserta didik. Dengan demikian, mengajar bukan hanya mengembangkan
kemampuan kognitif saja, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan aspek
psikomotor. Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus dapat mengembangkan
seluruh kepribadian peserta didik yang mencakup kognitif, afektif, dan
psikomotorik secara terintegrasi.
Keempat prinsip
tersebut sejalan dengan peraturan pemerintah No. 32 tahun 2013, yang menyatakan
bahwa proses pembelajaran pada satu satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk
berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa,
kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan
fisik, serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan
melakukan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran serta
penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
ketercapaian kompetensi lulusan.
H.
Ruang Lingkup Strategi Pembelajaran
Secara makro,
strategi pembelajaran berkait dengan tindakan strategis guru dalam:
1. Memilih dan
mengoperasionalkan tujuan pembelajaran.
2. Memilih dan
menetapkan setting pembelajaran.
3. Pengelolaan
bahan ajar.
4. Pengalokasian
waktu.
5. Pengaturan bentuk
aklivitas pembelajaran.
6. Metode teknik
dan prosedur pembelajaran.
7. Pemanfaatan penggunaan
media pembelajaran.
8. Penerapan prinsip-prinsip
pembelajaran.
9. Penerapan
pendekatan pola aktivitas pembelajaran.
10. Pengemabangan
iklim pembelajaran.
11. Pemilihan
pengembangan dan pelaksanaan evaluasi.
Secara singkat,
menurut Slameto strategi pembelajaran mencakup 8 unsur perencanaan tentang:
1.
Komponen sistem yaitu guru/dosen, siswa/mahasiswa baikdalam ikatan
kelas, kelompok maupun perorangan yang akan terlibat dalam kegiatan belajar
mengajar telah disiapkan.
2.
Jadwal pelaksanaan, format dan lama kegiatan telah disiapkan.
3.
Tugas-tugas belajar yang akan dipelajari dan yang telah
diidentifikasikan.
4.
Materi/bahan belajar, alat pelajarandan alat bantu mengajar yang
disiapkan dan diatur.
5.
Masukan dan karakteristik siswa yang telah diidentifikasikan.
6.
Bahan pengait yang telah direncanakan.
7.
Metode dan teknik penyajian telah dipilih, misalnya ceramah, diskusi
dan lain sebagainya.
8.
Media yang akan digunakan.
I.
Tahap-tahap Pengelolaan Dan Pelaksanaan Strategi Pembelajaran.
Tahap-tahap
pengelolaan dan pelaksanaan strategi pembelajaran dapat diperinci sebagai
berikut:
1.
Perencanaan
a) Menetapkan apa
yang mau dilakukan, kapan dan bagaiman cara melakukannya.
b) Membatasi
sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil secara maksimal
melalui proses penentuan target.
c) Mengembangkan
alternatif-alternatif.
d) Mengumpulkan
dan menganalisis informasi.
e) Mempersiapkan
dan mengkomunikasikan rencana-rencana serta keputusan-keputusan.
2.
Pengorganisasian
a)
Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang
diperlukan untuk menyusun kerangka yang efisien dalam melaksanakan
rencana-rencana melalui proses penetapan kerja yang diperlukan untuk
menyelesaikannya.
b)
Pengelompokan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara
teratur.
c)
Membentuk wewenang dan mekanisme koordinasi.
d)
Merumuskan serta menetapkan metode dan prosedur.
e)
Memilih, mengadakan penelitian dan pendidikan tenaga kerja serta
mencari sumber-sumber lain yang diperlukan.
3.
Pengarahan
a)
Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinci.
b)
Memprakarsai dan menampilkan kepemimpinan dalam melaksanakan rencana
dan mengambil keputusan.
c)
Mengeluarkan instruksi-instruksi yang spesifik.
d)
Membimbing, memotivasi dan melakukan supervise.
4.
Pengawasan
a)
Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan dibandingkan dengan rencana.
b)
Melaporkan terhadap penyimpangan untuk tindakan koreksi dan
merumuskan tindakan koreksi, menyusun standarstandar dan saran-saran.
c)
Menilai pekerjaan dan melakukan koreksi terhadap
penyimpangan-penyimpangan.
SUMBER
Fatimah dan Dewi Kartika Sari, Ratna. 2018. Strategi Belajar dan
Pembelajaran Dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa. Pena Literasi: Jurnal
PBSI. Volume 1, Nomor 2.
Khusnul, K. 2016. Pengaruh strategi pembelajaran terhadap hasil
belajar di tinjau dari aktifitas belajar. Surakarta: Tiga Serangkai.
Wahyudin N. N. 2017. Strategi
Pembelajaran. Medan: Perdana Publishing.
Eka Anggraeni, Novita. 2019. Strategi Pembelajaran Dengan Model Pendekatan
Pada Peserta Didik Agar Tercapainya Tujuan Pendidikan di Era Globalisasi. Science
Edu. Volume 2, Nomor 1.
Asrori, Mohammad. 2013. Pengertian, Tujuan Dan Ruang Lingkup Strategi
Pembelajaran. Madrasah. Volume 5, Nomor 2.
Komentar
Posting Komentar