Kurikulum
Nama :
Nildaul Riskiana
NIM :
11901109
Kelas :
PAI 4G
Mata Kuliah :
Magang 1
KURIKULUM
A. Pengertian
Kurikulum
Kata
kurikulum berasal dari bahasa Latin currere, yang berarti lapangan perlombaan
lari. Kurikulum juga bisa berasal dari kata curriculum yang berarti a running
course, dan dalam bahasa Prancis dikenal dengan carter berarti to run
(berlari). Secara terminologi, kurikulum berarti suatu program pendidikan yang
berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan,
direncanakan dan dirancangkan secara sistematika atas dasar norma-norma yang
berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi pendidik untuk
mencapai tujuan Pendidikan. Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa
Yunani yaitu kata curir dan currere yang merupakan istilah bagi tempat berpacu,
berlari, dari sebuah perlombaan yang telah dibentuk semacam rute pacuan yang
harus dilalui oleh para kompetitor sebuah perlombaan. Dengan kata lain, rute
tersebut harus dipatuhi dan dilalui oleh para kompetitor sebuah perlombaan.
Konsekuensinya adalah, siapapun yang mengikuti kompetisi harus mematuhi rute
currere tersebut.
Kurikulum
adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh
suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang
akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan.
Kurikulum merupakan seperangkat pengaturan yang digunakan dalam proses
pembelajaran dan merupakan bagian dari Pendidikan.
B.
Komponen Kurikulum
Salah satu
fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada
dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling
berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan
tersebut. Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling
berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu
komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya. Para ahli
berbeda pendapat dalam menetapkan komponen-komponen kurikulum. Ada yang
mengemukakan 5 komponen kurikulum dan ada yang mengemukakan hanya 4 komponen
kurikulum.
Untuk
mengetahui pendapat para ahli mengenai komponen kurikulum berikut Subandiyah
(1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum, yaitu:
1.
Komponen tujuan.
2.
Komponen isi/materi.
3.
Komponen media (sarana dan prasarana).
4.
Komponen strategi.
5.
Komponen proses belajar mengajar.
Sementara
Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu:
1.
Objective (tujuan).
2.
Knowledges (isi atau materi).
3.
School learning experiences (interaksi belajar mengajar di
sekolah).
4.
Evaluation (penilaian).
Pendapat
tersebut diikuti oleh Nasution (1988), Fuaduddin dan Karya (1992), serta Nana
Sudjana (1991: 21). Walaupun istilah komponen yang dikemukakan berbeda, namun
pada intinya sama yakni:
1.
Tujuan.
2.
Isi dan struktur kurikulum.
3.
Strategi pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar).
4.
Evaluasi.
C.
Konsep Kurikulum
Konsep kurikulum
terus berkembang dan bervariasi seiring perkembangan zaman serta perkembangan
teori dan praktiknya. Akan tetapi, dari semua perbedaan tersebut, akhirnya
dapat ditarik kesimpulan atas tiga konsep kurikulum antara lain sebagai
berikut:
1. Kurikulum Sebagai
Substansi
Kurikulum dianggap sebagai suatu rencana kegiatan belajar yang dilakukan
siswa di sekolah. Kurikulum juga dianggap sebagai perangkat tujuan yang ingin
dicapai.
Kurikulum juga dapat diartikan sebagai suatu dokumen yang merumuskan
tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar dan mengajar, jadwal, serta evaluasi.
2. Kurikulum Sebagai
Sistem
Kurikulum adalah bagian dari sistem pendidikan. Sistem yang berlaku
dalam kurikulum terdiri dari struktur personalia dan prosedur kerja tentang
cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, serta
menyempurnakannya.
Hasil dari sistem tersebut adalah tersusunnya suatu kurikulum yang
sesuai. Adapun fungsi dari sistem tersebut adalah untuk memelihara kurikulum
yang tengah atau akan diterapkan agar tetap dinamis.
3.
Kurikulum Sebagai Bidang
Studi
Kurikulum sebagai bidang studi memiliki tujuan untuk mengembangkan
ilmu tentang kurikulum beserta sistemnya.
D.
Fungsi Kurikulum
Kurikulum dalam
pendidikan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
1.
Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendididkan
Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk
mencapai tujuan pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang
diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan
bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat
dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi
agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. Dsdengan
demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka:
a)
Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,
b)
Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan
murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan- tujuan itu,
c)
Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses
belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
2.
Fungsi Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan Kurikulum
a)
Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan,
b)
Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah
tersebut, fungsi ini meliputi:
·
Jenis program pendidikan yang harus dilaksanakan,
·
Cara menyelenggarakan setiap jenis program Pendidikan,
·
Orang yang bertanggung jawab dan melaksanakan program Pendidikan
3.
Fungsi kurikulum yang ada di atasnya:
a)
Fungsi Kesinambungan Sekolah pada tingkat atasnya harus mengetahui
kurikulum yang dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga dapat menyesuaikan
kurikulm yang diselenggarakannya.
b)
Fungsi Peniapan Tenaga Bilamana sekolah tertentu diberi wewenang
mempersiapkan tenaga guru bagi sekolah yang memerlukan tenaga guru tadi, baik
mengenai isi, organisasi, maupun cara mengajar.
4.
Fungsi Kurikulum Bagi Guru
Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum sesuai
dengan kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembanga kurikulum dalam
rangaka pelaksanaan kurikulum tersebut.
5.
Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah
Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat
pengukur keberhasilanprogram pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala
sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kcegiatan proses
pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.
6.
Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas (supervisor)
Bagi para pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai
pedoman, patokan, atau ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan penyempurnaan
atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu
pendidikan.
7.
Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat
Melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan, masyarakat bisa
mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan nilaiserta keterampilan yang dibutuhkannya
relevan atau tidak dengan kuri-kulum suatu sekolah.
8.
Fungsi Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan
Instansi atau perusahaan yang memper-gunakan tenaga kerja yang baik
dalamarti kuantitas dan kualitas agar dapat meningkatkan produktivitas.
Sebagai rangkaian
rencana demi terwujudnya tujuan pendidikan, tentu kurikulum memiliki beberapa
fungsi. Berikut adalah fungsi dari kurikulum.
1. Fungsi Penyesuaian
Kurikulum memiliki sifat mampu beradaptasi dengan perubahan yang
terjadi dalam lingkungan yang cenderung dinamis.
2. Fungsi Integrasi
Kurikulum mampu menjadi alat pendidikan yang dapat membentuk
pribadi-pribadi yang utuh serta berintegritas di masyarakat.
3. Fungsi Diferensiasi
Kurikulum merupakan alat pendidikan yang memperhatikan pelayanan
kepada setiap peserta didik yang mana mereka memiliki perbedaan masing-masing
yang patut untuk dihargai.
4. Fungsi Persiapan
Sebagai alat pendidikan, kurikulum berfungsi untuk membantu
mempersiapkan peserta didik untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan
berikutnya, serta siap untuk hidup bermasyarakat apabila peserta didik tersebut
tidak melanjutkan pendidikannya.
5. Fungsi Pemilihan
Kurikulum memfasilitasi para peserta didik dengan cara memberi
mereka kesempatan untuk memilih program belajar yang sesuai dengan minat serta
bakatnya.
6. Fungsi Diagnostik
Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi dari
seorang peserta didik agar dia dapat menggali terus potensinya dan memperbaiki
kelemahannya.
Sedangkan untuk
peserta didik, kurikulum berfungsi untuk membantu mereka agar dapat memahami
materi dan melaksanakan proses pembelajaran dengan mudah, sehingga target
pembelajaran dapat tercapai.
Selain itu,
peserta didik juga diharapkan mendapatkan pengalaman baru yang bisa saja
menjadi bekal di kehidupannya nanti.
E. Tujuan Kurikulum
Sebagai
alat pendidikan, tentu kurikulum diciptakan bukan tanpa tujuan. Bahkan,
kurikulum muncul dan terus berkembang agar dapat mencapai tujuan pendidikan.
Tujuan utama kurikulum adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat
menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan juga
afektif ketika dia berada pada lingkungan masyarakat kelak. Selain itu,
kurikulum juga bertujuan untuk mendidik dan membimbing peserta didik agar dapat
berkontribusi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
F.
Landasan Filosofis Kurikulum
Sebuah
kurikulum pendidikan pada umumnya disusun dan dikembangkan berdasarkan berbagai
landasan, seperti landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikologis,
dan landasan organisator. Landasan filosofis memerankan fungsinya sebagai
pijakan elementer dari sebuah pembentukan konsep kurikulum pendidikan. Hal ini
sesuai dengan makna yang dikandung oleh nuansa falsafah yang dalam konteks
moderen dipahami sebagai ilmu yang berusaha untuk memahami semua hal yang
muncul di dalam keseluruhan lingkup pengalaman manusia yang diharapkan agar
dapat mengerti dan mempunyai pandangan menyeluruh dan sistematis mengalami alam
semesta (universe) dan tempat bagi manusia sebagai bagian dari dunia (Barnadib,1999
:11). Menurut S.Nasution (2006: 10), sekurang-kurangnya ada tiga dimensi
kefilsafatan yang harus dipertimbangkan ketika akan merancang kurikulum, antara
lain adalah falsafah pendidikan, falsafah Negara, dan falsafah lembaga
pendidikan.
Filsafat pendidikan
tidak lain adalah pelaksanaan pandangan dan kaedah filsafat dalam bidanng
pendidikan yang menentukan prinsip-prinsip kepercayaan terhadap berbagai
masalah pendidikan. Filsafat pendidikan sebagai salah satu cabang dari kajian
filsafat berusaha mengkaji masalahmasalah pendidikan di mana secara filosofis,
kurikulum merupakan alat pemasukan (input instrumental) sebagai sarana
terwujudnya proses kegiatan pendidikan dan berarti pula sarana tercapainya
tujuan pendidikan (Nurgianto, 1988: 29). Selain filsafat pendidikan, filsafat
bangsa dengan corak dan modal dasar serta nilai budaya suatu bangsa
sesungguhnya penting dipertimbangkan ketika merancang konsep kurikulum
pendidikan. Filsafat bangsa biasanya merupakan akumulasi nilai dari semua suku,
agama, golongan, dan kepentingan politik pada sebuah Negara yang selalu
diarahkan agar semua program pendidikan diorientasikan untuk menjaga dan
mengembangkan filsafat tersebut. Dalam tatanan ini, pada dasarnya sangat
dibutuhkan adanya korelasi yang signifikan antara filsafat suatu bangsa dengan
nilai-nilai pendidikan yang selanjutnya dapat dirumuskan dalam bentuk filsafat
pendidikan nasional di suatu Negara tersebut. Unsur ketiga dari dimensi
kefilsafatan selain filsafat pendidikan dan filsafat bangsa adalah aspek lembaga
pendidikan. Bentuk filsafat lembaga pendidikan ini dapat diketahui dari misi
(mission), visi (vision) dan tujuan instutisional suatu lembaga pendidikan.
Biasanya filsafat suatu lembaga pendidikan jarang sekali dinyatakan secara
jelas, spesifik, dan eksplisit dalam bentuk tertulis (Abdullah, 1999: 60).
Menurut
S.Nasution (Nasution,1989:21), dalam merumuskan sebuah filsafat lembaga
pendidikan secara tertulis setidaknya perlu memiliki komponen seperti:
1.
Alasan rasional mengenai eksistensi lembaga pendidikan itu.
2.
Prinsip-prinsip pokok yang mendasarinya.
3.
Prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
4.
Prinsip-prinsip pendidikan mengenai hakikat anak, hakikat proses
belajar-mengajar, dan hakikat pengetahuan.
SUMBER
Hamalik, Oemar. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum.
Bandung: Remaja Rosdakarya.
Bahri, Syamsul. 2011. Pengembangan Kurikulum Dasar Dan Tujuannya. Jurnal
Ilmiah: Islam Futura. Volume XI,
Nomor 1.
Siti Fujiawati, Fuja. 2016. Pemahaman Konsep Kurikulum Dan Pembelajaran
Dengan Peta Konsep Bagi Mahasiswa Pendidikan Seni. Jurnal Pendidikan dan
Kajian Seni. Vol.1, No.1.
Lase, Famahato. 2015. Dasar Pengembangan Kurikulum Menjadi Pengalaman Belajar. Jurnal PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai. Volume 1, Nomor 2.
Komentar
Posting Komentar