Sistem Evaluasi
Nama :
Nildaul Riskiana
NIM :
11901109
Kelas :
PAI 4G
Mata Kuliah :
Magang 1
SISTEM EVALUASI
A.
Pengertian Sistem Evaluasi Pembelajaran
Sistem adalah
sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk
mencapai suatu tujuan. Sistem juga dapat diartikan sebagai sekumpulan elemen
yang saling berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Istilah
evaluasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Evaluation yang artinya penilaian. Evaluasi
dalam arti luas adalah suatu proses merencanakan, memperoleh dan menyediakan
informasi yang sangat diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.
Evaluasi tidak terbatas pada
aktivitas teknis, melainkan juga non-teknis. Ia digunakan dalam berbagai macam
bidang, terutama dalam lingkup perusahaan, proyek ataupun pekerjaan lain yang
berhubungan dengan sistem. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai kegiatan
mengumpulkan informasi tentang kinerja manusia, sistem, atau alat yang kemudian
digunakan untuk menentukan alternatif terbaik dalam membuat keputusan. Evaluasi adalah proses penggambaran dan penyempurnaan
informasi yang berguna untuk menetapkan alternatif. Evaluasi bisa mencakup arti
tes dan pengukuran dan bisa juga berarti di luar keduanya. Hasil Evaluasi bisa
memberi keputusan yang profesional. Seseorang dapat mengevaluasi baik dengan
data kuantitatif maupun kualitatif.
Evaluasi
pendidikan dapat diartikan sebagai tindakan atau suatu proses untuk menentukan
nilai segala sesuatu dalam dunia pendidikan atau segala sesuatu yang ada
hubungannya dengan dunia pendidikan. Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan data dan informasi
yang diperlukan dalam menentukan sejauh mana dan bagaimana pembelajaran yang
telah berjalan agar dapat membuat penilaian (judgement) dan perbaikan yang
dibutuhkan untuk memaksimalkan hasilnya. Istilah evaluasi pembelajaran sering
disamaartikan dengan ujian. Meskipun sangat berkaitan, akan tetapi tidak
mencakup keseluruhan makna evaluasi pembelajaran yang sebenarnya. Ujian atau
tes hanyalah salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk menjalankan proses
evaluasi.
B.
Tujuan Sistem Evaluasi Pembelajaran
1.
Mendeskripsikan kecakapan belajar para siswa
sehingga dapat diketahui kelebihan dan kekurangannya dalam berbagai bidang
studi atau mata pelajaran yang ditempuhnya.
2.
Mengetahui keberhasilan proses pendidikan dan
pengajaran di sekolah, yakni seberapa jauh keefektifannya dalam mengubah
tingkah laku para siswa ke arah tujuan pendidikan yang diharapkan.
3.
Menentukan tindak lanjut hasil penilaian, yakni
melakukan perbaikan dan penyempurnaan dalam hal program pendidikan dan
pengajaran serta strategi pelaksanaannya.
4.
Memberikan pertanggungjawaban dari pihak sekolah
kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Secara
spesifik, berikut ini adalah beberapa tujuan dilakukannya kegiatan evaluasi,
diantaranya:
1.
Mengetahui tingkat penguasaan seseorang terhadap
kompetensi yang sudah ditetapkan berdasarkan standar dan kebutuhan organisasi.
2.
Mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi
sehingga dapat dilakukan diagnosis serta memberikan kesempatan untuk
meningkatkan kemampuan objek evaluasi.
3.
Mengukur tingkat efisiensi dan efektivitas sebuah
media, metode, atau sumber daya lainnya dalam pelaksanaan sebuah kegiatan.
4.
Memberikan umpan balik dan informasi penting untuk
memperbaiki kekurangan dan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan.
Selain itu juga
ada beberapa tujuan evaluasi yaitu sebagai berikut:
1.
Menilai ketercapaian tujuan.
2.
Mengukur macam-macam aspek pelajaran yang bervariasi.
3.
Memotivasi belajar siswa.
4.
Menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar perubahan kurikulum.
5.
Menentukan tindak lanjut hasil penilaian.
C.
Fungsi Sistem Evaluasi Pembelajaran
1.
Fungsi formatif
Sistem evaluasi sebagai fungsi formatif yaitu,
untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses
pembelajaran dan mengadakan program remedial jika diperlukan bagi peserta
didik.
2.
Fungsi sumatif
Sistem
evaluasi sebagai fungsi sumatif yaitu, untuk menentukan nilai kemajuan atau
hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk
memberikan laporan kepada berbagai pihak, penentuan kenaikan kelas, dan
penentuan lulus tidaknya peserta didik.
3.
Fungsi diagnostic
Sistem
evaluasi sebagai fungsi diagnostic yaitu, untuk memahami latar belakang
meliputi latar psikologis, fisik, dan lingkungan peserta didik yang mengalami
kesulitan belajar, yang hasilnya dapat digunakan sebagai dasar dalam memecahkan
kesulitan-kesulitan tersebut.
4.
Fungsi penempatan
Sistem
evaluasi sebagai fungsi penempatan yaitu, untuk menempatkan peserta didik dalam
situasi pembelajaran yang tepat (misalnya dalam menentukan program
spesialisasi) sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik.
Evaluasi dalam
bidang pendidikan dan pengajaran mempunyai berbagai fungsi sebagai berikut:
1. Alat untuk
mengetahui tercapai atau tidaknya tujuan instruksional.
2. Umpan balik
bagi perbaikan proses belajar-mengajar.
3. Dasar dalam
menyusun laporan hasil belajar siswa kepada para orang tuanya.
4. Sebagai alat
seleksi.
5. Sebagai
bahan-bahan informasi apakah anak-anak tersebut harus mengulang pelajaran atau
tidak.
6. Sebagai bahan
informasi dalam memberikan bimbingan tentang jenis pendidikan yang cocok
terhadap anak tersebut.
D.
Prinsip Sistem Evaluasi Pembelajaran
Dalam
Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan pasal 5, dijelaskan
bahwa prinsip evaluasi atau penilaian hasil belajar antara lain adalah sebagai
berikut.
1. Sahih,
yang berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang
diukur.
2. Objektif,
berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak
dipengaruhi subjektivitas penilai.
3. Adil,
berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena
berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat
istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4. Terpadu,
berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari
kegiatan pembelajaran.
5. Terbuka,
berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan
dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6. Menyeluruh
dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup semua aspek kompetensi dengan
menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau dan menilai
perkembangan kemampuan peserta didik.
7. Sistematis,
berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti
langkah-langkah baku.
8. Beracuan
kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang
ditetapkan.
9. Akuntabel,
berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segimekanisme,
prosedur, teknik, teknik, maupun hasilnya.
Berikut
ini beberapa prinsip sistem evaluasi dalam suatu penilaian:
1.
Penilaian hendaknya didasarkan atas hasil
pengukuran yang komprehensif.
2.
Harus dibedakan antara penskoran (scoring) dan
penilaian (grading).
3.
Dalam proses pemberian nilai hendakya diperhatikan
adanya 2 macam orientasi, yaitu penilaian yang norm referenced (dalam
kelompok) dan yang criterion referenced (individu).
4.
Kegiatan pemberian nilai hendaknya merupakan bagian
integral dari proses belajar mengajar artinya menjadi feedback atau umpan
balik.
5.
Penilaian harus bersifat komparabel (adil).
6.
Sistem penilaian yang dipergunakan hendaknya jelas
bagi siswa dan bagi pengajar sendiri.
Evaluasi hasil
belajar dikatakan terlaksana dengan baik apabila dalam pelaksanaannya
senantiasa berpegang pada tiga prinsip dasar berikut ini.
1.
Prinsip Keseluruhan
Prinsip keseluruhan atau menyeluruh atau komprehensif adalah
evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh, menyeluruh. Maksud dari
pernyataan ini adalah bahwa dalam pelaksanaannya evaluasi tidak dapat
dilaksanakan secara terpisah, tetapi mencakup berbagai aspek yang dapat
menggambarkan perkembangan atau perubahan tingkah laku yang terjadi pada diri
peserta didik sebagai makhluk hidup dan bukan benda mati.
2.
Prinsip Kesinambungan
Istilah lain dari prinsip ini adalah kontinuitas. Penilaian yang
berkesinambungan ini artinya adalah penilaian yang dilakukan secara terus
menerus, sambung-menyambung dari waktu ke waktu. Penilaian secara
berkesinambungan ini akan memungkinkan si penilai memperoleh informasi yang
dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan atau perkembangan peserta didik
sejak awal mengikuti program pendidikan sampai dengan saat-saat mereka
mengakhiri program-program pendidikan yang mereka tempuh.
3.
Prinsip Objektivitas
Prinsip objektivitas mengandung makna bahwa evaluasi hasil belajar
terlepas dari faktor-faktor yang sifatnya subjektif. Orang juga sering menyebut
prinsip objektif ini dengan sebutan “apa adanya”. Maksudnya ialah materi
evaluasi tersebut bersumber dari materi atau bahan ajar yang akan diberikan
sesuai atau sejalan dengan tujuan instruksional khusus pembelajaran.
E.
Teknik Sistem Evaluasi Pembelajaran
Dalam konteks
evaluasi hasil proses pembelajaran di sekolah dikenal adanya 2 macam teknik,
yaitu teknik tes, maka evaluasi dilakukan dengan jalan menguji peserta didik,
sedangkan teknik non test, maka evaluasi dilakukan dengan tanpa menguji peserta
didik.
1.
Teknik tes
Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka
pengukuran dan penilaian di bidang pendidikan yang berbentuk pemberian tugas
atau serangkaian tugas baik berupa pertanyaan-pertanyaan atau perintah-
perintah oleh testee sehingga dapat dihasilkan nilai yang melambangkan tingkah
laku dengan nilai-nilai yang dicapai oleh testee lainnya atau dibandingkan dengan
nilai standar tertentu.
2.
Teknik non tes
Dengan teknik non tes, maka penilaian atau evaluasi hasil belajar
peserta didik dilakukan dengan tanpa menguji peserta didik, melainkan dilakukan
dengan cara:
a)
Skala bertingkat (rating scale) skala menggambarkan suatu nilai
yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan.
b)
Questioner (Angket) yaitu sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi
oleh orang yang akan diukur (responden).
c)
Daftar cocok (check list) yaitu deretan pernyataan di mana
responden yang dievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (√) di tempat yang
sudah disediakan.
d)
Wawancara (Interview) suatu metode atau cara yang digunakan untuk
mendapatkan jawaban dari responden dengan jalan tanya jawab sepihak.
e)
Pengamatan (observation) suatu teknik yang dilakukan dengan cara
mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara sistematis.
f)
Riwayat hidup, gambaran tentang keadaan seseorang selama dalam masa
kehidupannya.
F.
Tahapan Sistem Evaluasi Pembelajaran
1.
Mengembangkan konsep dan melakukan penelitian awal.
Konsep harus direncanakan dengan baik sebelum eksekusi terorganisir dan pesan
harus tes untuk memeriksa kompatibilitas antara draft yang disiapkan oleh pesan
eksekusi.
2.
Dengan uji coba yang dilakukan, evaluator mencoba
untuk mencari respon dari penonton. Respon penonton penting untuk mengukur
efektivitas pesan.
Evaluasi bukanlah aktivitas instan, melainkan
adalah sebuah kegiatan yang terdiri dari beberapa tahapan. Meskipun setiap
kegiatan evaluasi memiliki tahapan berbeda, ada beberapa tahapan evaluasi yang
berlaku secara umum, seperti berikut ini.
1.
Menentukan Aspek yang Akan Dievaluasi
Sebuah
kegiatan atau program pasti dilaksanakan dengan melibatkan berbagai aspek atau
komponen yang saling mendukung. Untuk dapat mengevaluasi kegiatan secara keseluruhan,
perlu dilakukan evaluasi terhadap setiap aspek.
2.
Mendesain Kegiatan Evaluasi yang Akan Dilakukan
Agar
kegiatan evaluasi tepat sasaran dan bisa menghasilkan output yang
diinginkan, Anda perlu merancang lebih dahulu sistem evaluasi yang akan dilakukan.
Desain evaluasi meliputi data yang dibutuhkan, metode evaluasi, hasil yang
diinginkan, dan sebagainya.
3.
Mengumpulkan Data Evaluasi
Setelah
desain evaluasi selesai dibuat, Anda bisa mulai mengumpulkan data yang
dibutuhkan sesuai dengan metode dan kaidah ilmiah yang dapat
dipertanggungjawabkan.
4.
Menganalisis dan Mengolah Data
Data-data
yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dan diolah. Untuk mempermudah proses
analisis dan pengolahan data, Anda sebaiknya mengelompokkan data-data tersebut.
Gunakan alat analisis yang sesuai agar fakta yang dihasilkan dapat dipercaya.
Selanjutnya, bandingkan dengan rencana awal.
5.
Melaporkan Hasil Evaluasi
Pada
tahap terakhir, Anda harus melaporkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan agar
bisa dimanfaatkan oleh pihak yang berkepentingan. Untuk itu, hasil evaluasi
perlu didokumentasikan secara tertulis dan disimpan dengan baik.
G.
Pendekatan Sistem Evaluasi Pembelajaran
Dilihat dari komponen pembelajaran, pendekatan evaluasi dapat
dibagi dua, yaitu pendekatan tradisional dan pendekatan sistem.
1. Pendekatan Tradisional
Pendekatan evaluasi tradisional
berorientasi pada praktik evaluasi yang telah berjalan selama ini di sekolah
yang ditujukan pada perkembangan aspek intelektual peserta didik. Aspek-aspek
keterampilan dan pengembangan sikap kurang mendapatkan perhatian yang serius.
2. Pendekatan Sistem
Evaluasi pendekatan sistem adalah evaluasi yang dilakukan melalui sistem atau totalitas dari berbagai komponen yang saling berhubungan dan ketergantungan. Komponen evaluasi yang dimaksud meliputi komponen kebutuhan dan feasibility, komponen input, komponen proses, dan komponen produk.
SUMBER
Riadi, Akhmad. 2017. Probelamatika Sistem Evaluasi Pembelajaran. Ittihad
Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan. Volume 15, Nomor 27.
Widiyastuti, Wahyuning. 2014. Evaluasi Sistem Pembelajaran. Edukasia:
Jurnal Penelitian Pendidikan Islam. Vol. 9, No. 2.
Suarga. 2019. Hakikat, Tujuan Dan Fungsi Evaluasi Dalam
Pengembangan Pembelajaran. Volume VIII, Nomor 2.
Komentar
Posting Komentar